Perencanaan Pengajaran di dalam Pembelajaran

Perencanaan Pengajaran di dalam Pembelajaran

Pembelajaran merupakan kegiatan inti di dalam proses pendidikan, dikarenakan lewat kegiatan studi ini diharapkan bisa dicapai obyek pendidikan di dalam bentuk terjadinya pergantian tingkah laku di dalam diri siswa, termasuk jadi harapan semua pihak sehingga tiap tiap siswa menggapai hasil studi yang sebaik-baiknya cocok bersama kapabilitas masing-masing. Proses pembelajaran berjalan dikarenakan ada obyek yang hendak dicapai. Akan tapi banyak seorang guru gagal di dalam pembelajaran, seperti banyak siswa yang tidak menggapai obyek yang diharapkan.

Guru yang baik dapat berupaya sedapat kemungkinan sehingga pembelajarannya berhasil. Salah satu aspek yang bisa membawa keberhasilan itu, adalah adanya rencana pembelajaran yang dibikin guru sebelumnya. Melalui rencana yang maksimal, seorang guru bisa menentukan trick apa yang digunakan sehingga obyek pembelajaran bisa tercapai. Perencanaan bisa menghindarkan kegagalan pembelajaran.

Pembelajaran sebagai proses kerja sama pada guru dan siswa tentu dapat hadapi sebagian persoalan pembelajaran. Hal selanjutnya dapat berdampak pada kegagalan pembelajaran. Melalui rencana yang baik, setidaknya bisa mengantisipasi atau meminimalisir permasalahan- persoalan yang nantinya dapat muncul, sehingga pembelajaran berjalan normal dan keberhasilan pembelajaran tercapai.

Perencanaan bisa mengakibatkan pembelajaran berjalan secara sistematis Proses pembelajaran tidak berjalan seadanya, dapat tapi berjalan secara terarah dan terorganisir. Dengan demikian guru bisa gunakan sementara secara efisien untuk menggapai obyek pembelajaran dan keberhasilan pembelajaran. Hal selanjutnya bisa berjalan lewat rencana pembelajaran yang baik download rpp .

Berdasarkan latar belakang di atas, bisa dirumuskan persoalan sebagai selanjutnya : Apa yang dimaksud Perencanaan Pengajaran/Perencanaan Pembelajaran?Bagaimana bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut KTSP? Bagaimana bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Kurikulum 2013? Bagaimana bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menurut Surat Edaran Mendikbud No.14 Tahun 2019 berkenaan Penyederhanaan RPP?

Perencanaan pembelajaran meliputi kegiatan perumusan obyek yang mendambakan dicapai di dalam suatu kegiatan pembelajaran, metode yang digunakan untuk menilai pencapaian obyek tersebut, bahan materi yang dapat disajikan, cara menyampaikannya, persiapan alat atau fasilitas yang digunakan. Perencanaan pembelajaran menjadikan guru bisa mempersiapkan dan menentukan tindakan apa yang dapat dijalankan sementara proses pembelajaran berjalan sehingga proses pembelajaran bisa berjalan secara efektif.

Wina Sanjaya menyatakan bahwa rencana pembelajaran adalah proses pengambilan keputusan hasil berpikir secara rasional berkenaan sasaran dan obyek pembelajaran tertentu, yakni pergantian perilaku dan juga kronologis kegiatan yang perlu dijalankan sebagai usaha pencapaian obyek selanjutnya bersama gunakan segala potensi dan sumber studi yang ada. Hasil akhir berasal dari proses pengambilan keputusan selanjutnya adalah tersusunnya dokumen dan dokumen selanjutnya bisa dijadikan sebagai acuan dan pedoman di dalam melaksnakan proses pembelajaran.

Bunghart dan Trull di dalam ( Sagala : 2003) menyatakan bahwa ?Perencanaan adalah awal berasal dari semua proses yang rasional, daan mempunyai kandungan pembawaan optimisme yang didasarkan atas keyakinan bahwa dapat bisa menangani beraneka macam persoalan di dalam konteks pembelajaran. Perencanaan pembelajaraan yang disimpulkan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan fasilitas pembelajaran, pengunaan pendekatan atau metode pembelajaran, di dalam suatu alokassi sementara yang dapat dijalankan pada masa satu semester yang dapat singgah untuk menggapai obyek yang ditentukan?.

Pengertian berkenaan rencana pembelajaran dikemukakan oleh Nana Sudjana (1998, 2000:61) yang mengemukakan bahwa rencana pembelajaran adalah kegiatan memproyeksikan tindakan apa yang dapat dijalankan di dalam suatu pembelajaran (PBM) yakni bersama mengkoordinasikan (mengatur dan merespon) komponen-komponen pembelajaraan, sehingga arah kegiatan (tujuan ), isi kegiatan (materi) , cara penyampaaian kegiatan ( metode dan teknik ) dan juga bagaimana mengukurnya (evaluasi) jadi mengerti dan sistematis?. Ini bermakna rencana pembelajaran pada dasarnya sesuaikan dan menetapkan komponen-komponen tujuan, bahan, metode atau teknik, dan juga evaluasi atau penilaian.

Berdasarkan PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ?Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran yang memuat sedikitnya obyek pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar?.

Dalam al-Qur?an QS. al-Hasyr (59) :18

Terjemahnya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah tiap tiap diri perhatikan apa yang sudah diperbuatnya untuk hari esok ; dan bertakwalah kepada Allah, sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Quraish Shihab di dalam tafsir ?al-Misbah?, menafsirkan bahwa ayat selanjutnya bicara berkenaan perencanaan. Beliau menyebutkan bahwa kata ?waltandzur? nafsumma koddamat lighod?, membawa arti bahwa manusia perlu membayangkan pada dirinya dan memiliki rencana berasal dari segala apa yang menyertai kelakuan sepanjang hidupnya, sehingga ia dapat beroleh kenikmatan di dalam kehidupan ini.

Ayat al-Qur?an diatas menekankan berkenaan proses pencapaian obyek berasal dari rencana yang tidak boleh melihat cuma di satu sementara saja. Di ayat selanjutnya Allah menegaskan kepada orang-orang beriman bahwa sebagai bentuk takwa kepada-Nya, kami haruslah perhatikan segala perbutan yang dilakukan. Hal ini seiring bersama komitmen basic rencana dimana obyek di dalam pelaksanaan rencana adalah obyek jangka panjang dan konsisten dan juga orientasi pelaksanaannya pun perlu mempunyai dampak positif, termasuk di dalam melaksanakan rencana pembelajaran sebelum saat pembelajaran dilakukan.

B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Kurikulum adalah seperangkat rancangan dan pengaturan berkenaan tujuan, isi, dan bahan pelajaran dan juga cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk menggapai obyek pendidikan tertentu. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dijalankan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri berasal dari obyek pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Silabus adalah rancangan pembelajaran pada suatu dan/atau group mata pelajaran/tema tertentu yang termasuk standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.

Komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdiri berasal dari 3 (tiga) dokumen. Dokumen 1 yang disebut Buku I, dokumen 2 disebut Buku II, dan dokumen 3 disebut Buku III.. Buku I KTSP sedikitnya memuat Visi, Misi, Tujuan, Pengaturan Beban Mengajar dan Kalender Pendidikan Satuan Pendidikan, Buku II KTSP memuat Silabus yang idealnya dikembangkan oleh satuan pendidikan jika sudah bisa mengembangkan sendiri. Buku III KTSP memuat RPP (Rencana Perangkat Pembelajaran) yang perlu disusun oleh satuan pendidikan cocok bersama potensi peserta didik, minat dan bakat peserta didik di dalam pembelajaran. Sesuai bersama Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014 halaman 3, bahwa Buku II KTSP sudah disusun oleh pemerintah. Adapun Buku I merupakan tanggung jawab kepala madrasah/sekolah, dan Buku III tanggung jawab masing-masing guru/tenaga pendidik.

Dalam menyusun KTSP acuan yang paling utama ialah bahwa sekolah perlu menekankan potensi peserta didik, perkembangan zaman, tantangan, kebutuhan dan lingkungan peserta didik secara umum. Peserta didik perlu dijadikan obyek utama atau pusat untuk mengembangkan potensinya sehingga jadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlakul karimah, jadi siswa yang kreatif, inovatif, cakap, kreatif, mandiri, berwawasan world dan sudah pasti demokratis dan tanggung jawab.

Selanjutnya komitmen penyusunan KTSP perlu perhatikan beraneka pembawaan peserta didik yang berasal berasal dari lingkungan/daerah heterogen, jenjang pendidikan dan style pendidikan, tidak ada diskriminatif pada agama, suku dan ras. KTSP perlu lebih relevan bersama kebutuhan kehidupan yang tengah dan dapat dihadapi oleh peserta didik.

Sesuai bersama amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 berkenaan Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang perlu dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan bersama pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk menggapai kompetensi lulusan. Standar proses memuat kriteria sedikitnya proses pembelajaran pada satuan pendidikan basic dan menengah di semua lokasi hu?kum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses meliputi rencana proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pem?belajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk ter?laksananya proses pembelajaran yang efisien dan efisien.

Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompe?tensi basic (KD), indikator pencapaian kompetensi, obyek pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.

Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, ma?teri pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pen?capaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sum?ber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lu?lusan (SKL), dan juga wejangan penyusunan Kurikulum Ting?kat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus bisa dijalankan oleh para guru secara independen atau berkelompok di dalam sebuah sekolah/madrasah atau sebagian sekolah, group Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang ber?tanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pen?didikan untuk SMA dan SMK, dan juga departemen yang me?nangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK.

Sesuai bersama Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 berkenaan Standar Proses bahwa RPP dijabarkan berasal dari silabus untuk mengarahkan kegiatan studi peserta didik di dalam usaha menggapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis sehingga pembelajaran berjalan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, dan juga memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian cocok bersama bakat, minat, dan perkembangan fisik dan juga psikologis peserta didik.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *